Jumat, 25 September, 2020

Festival Ogoh – Ogoh Menjadi Ikonnya Kota Arga Makmur

Arga Makmur- Umat Hindu bersama pemerintah daerah kabupaten Bengkulu Utara menggelar Festival Ogoh-ogoh dalam menyambut hari raya Nyepi tahun baru saka 1941, di Balai pertemuan banjar adat Dharma Shanti Desa Rama Agung, Senin (4/3).

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Ir.H.Mian Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata,SE Wakil Bupati Bengkulu Utara, Syafroni, S.IP Anggota DPRD BU, Erwin SIK Wakapolres BU, Kasdim 0423 BU, Gede Agung Wicaksana, SH, MH kepala Badan Intiligen Negara (BIN Daerah Bengkulu), Dr.I Wayan Dharmayana Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Povinsi Bengkulu, Putu Sura Artika, SKM, MM ketua PHDI BU, Sultan Najamudin tokoh pemuda provinsi Bengkulu,Nyoman Deres selaku ketua panetia dan seluruh masyarakat yang hadir.

Ir.H.Mian menyampaikan bahwa atas nama pemerintah daerah kabupaten Bengkulu Utara dan elemen masyarakat Selamat menyampaikan apresiasi dan selamat merayakan hari raya nyepi kepada umat hindu semoga kedepannya semakin mempererat tali persaudaraan.

“ Atas nama pemerintah daerah kabupaten Bengkulu Utara dan elemen masyarakat menyampaikan Selamat merayakan hari raya nyepi kepada umat hindu, dan apresiasi kepada keluarga besar masyarakat hindu yang berkolaborasi bersama pemerintah daerah kabuupaten Bengkulu utara dan sgenap elemen masyarakat arga makmur dalam persiapan menyambut perayaan hari raya nyepi yang didahului dengan festival ogoh-ogoh. Ini menjadi iconnya kota arga makmur, kedepan kita berharap ada kolaborasi dengan kesenian-kesenian lain menjadi festival budaya.” Jelasnya.

Ir.H.Mian menambahkan bahwa Arga Makmur kabupaten Bengkulu Utara merupakan miniaturnya Indonesia,terdiri dari beragam etnis,suku ,dan agama hidup rukun  Bhinneka Tunggal Ika dalam Bingkai NKRI.

“Arga Makmur kabupaten Bengkulu Utara merupakan miniaturnya Indonesia,terdiri dari beragam etnis,suku,agama .Kawasan Desa Rama Agung merupakan kampong percontohan kerukunan umat beragama yang menjadi asetnya Bengkulu utara .Bukan penghalang bagi kita untuk saling menghormati dalam perbedaan ,mari kita pegang teguh Bhinneka Tunggal Ika ,dan Pancasila sebagi Falsafah Hidup Dalam Bingkai NKRI,”Tegasnya.

Nyoman Deres Memaparkan bahwa peserta ogoh-ogoh dari 5 banjar desa adat yang berjumlah 8 Ogoh-ogoh.

“Peserta ogoh-Ogoh tahun 2019 dalam rangka menyambut hari raya nyepi tahun baru saka 1941 berjumlah 8 Ogoh-ogoh  dari 5 banjar desa adat, selain itu dalam pembukaan dipersembahkan juga tari pendet.” Jelasnya.(GS/IA/SY).  

2014 Powered By Wordpress, Effective News Theme By Themelions Team